Laporan Prakerin

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

Di PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing dan

PT. Akashi Wahana Indonesia

Disusun oleh :

Nama                          : Rahmat Soleh

NIS                              : 6546

Kelas : XII TMO 2

Program Keahlian     : Teknik Mekanik Otomotif

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA

SMK NEGERI 36 JAKARTA

Jl.Baru Kosambi III Cilincing Jakarta Utara 14110

Telp. (021) 4401523 – 4417786 Fax. 4417786

PENGESAHAN

Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan dari laporan prakerin di PT.Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing(MKM) dan PT.Akashi Wahana Indonesia(AWI).

Maka dengan ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 36 Jakarta untuk dapat disyahkan.

Ditetapkan di : Jakarta

Tanggal : 11 Januari 2010

Menyetujui,

Orang Tua                                                                   Peserta Didik

(                                   )                                                    (                                  )

NIS: 6546

Mengetahui,

Ketua Program Keahlian                                                    Wakabid Humas/Prakerin

Teknik Mekanik Otomotif                                                            SMK Negeri 36

Budiyanto.S.Pd. Drs.Hadir Sembiring

NIP/NRK 132208461/156025                                           NIP/NRK 131602682/156010

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Atas segala rahmat serta hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penyusunan laporan ini dapat di selesaikan.

Dari hasil yang telah dilakukan dan dicapai selama penulis mengikuti proses Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors And Manufacturing dan di PT. Akashi Wahana Indonesia. Penulis banyak mendapatkan pengetahuan di bidang dunia industri dan yang terutama sekali penulis juga banyak mendapatkan pengalaman berharga yang tak ternilai. Selain itu, fungsi dari laporan ini juga menjadi pelengkap salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional pada tahun ajaran 2009/2010.

Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu penulisan ini antara lain kepada :

  1. Kepala SMKN 36 Jakarta
  2. Wakabid Humas SMKN 36 Jakarta
  3. Koordinator PSG SMKN 36 Jakarta
  4. Kaprogli Otomotif SMKN 36 Jakarta
  5. Serta pihak-pihak lain yang turut membantu dalam penyusunan laporan ini

Penulis menyadari bahwa dalam karya tulis ini masih banyak kekurangannya baik dalam segi materi maupun dari segi bahasanya, oleh karena itu penulis mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini.

Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat , khususnya bagi saya dan bagi pembaca pada umumnya.

Jakarta,11 Januari  2010

penulis

Rahmat Soleh

ii


DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan………………………………………………………………………. i

Kata Pengantar…………………………………………………………………….           ……….  ii

Daftar Isi…………………………………………………………           …………………………….  iii

Bab I Pendahuluan

A.   Latar Belakang……………………………………………………………………..    1

B.   Maksud dan Tujuan……………………………………………………………….   1

1. Tujuan Pendidikan Nasional………………………………………………..   1

2. Tujuan Pendidikan SMK …………………………………………………….   3

3. Tujuan Program Keahlian……………………………………………………   3

4. Tujuan Prakerin…………………………………………………………………   4

  1. Sasaran Kegiatan………………………………………………………………….   5

1. Peserta Prakerin………………………………………………………………     5

2. Tempat Prakerin………………………………………………………………     5

Bab II Pelaksanaan Prakerin

  1. Jadwal Kegiatan……………………………………………………………………   14
  2. Pembekalan Prakerin…………………………………………………………….   15
  3. Uraian Kegiatan ……………………………………………………………………   16
  4. Kendala & Solusi Prakerin………………………………………………………   19

Bab III Penutup

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………..   20
  2. Saran…………………………………………………………………………………..   20

Lampiran-Lampiran

iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktek kerja industri merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi para siswa dan siswi, yang memadukan antara pendidikan di sekolah dengan dunia kerja industri yang diperoleh dengan melakukan praktek kerja secara langsung dan terarah untuk menambah keahlian tertentu. Tujuan utama pendidikan kejuruan adalah mempersiapkan lulusan untuk dapatbekerjasecaramandiri..
Pelaksanaan praktek kerja lapangan dilatar belakangi oleh beberapa ketentuan-ketentuan yaitu:

1. Menerapkan teori pendidikan yang telah didapat.
2. Menghubungkan teori yang telah diperoleh dengan hasil praktek kerja lapangan.
3. Membuat analisa dan pengamatan terhadap hubungan antara teori dan kenyataan.
4. Mempelajari situasi kerja sesuai ilmu yang didapat.

5. Menghubungkan teori yang telah diperoleh dengan hasil praktek kerja lapangan.

B. Maksud dan Tujuan

1.Tujuan Pendidikan Nasional

Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita ini, diperlukan perjuangan seluruh lapisan masyarakat.

Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa; Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, disebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Visi dan misi pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian “penjelasan” atas UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan.

Visi Pendidikan Nasional

Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya system pendidikan sebaga pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Misi Pendidikan Nasional

Dengan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut:

1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;

2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;

3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;

4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan

5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.

2. Tujuan Pendidikan SMK

• Mewujudkan Lembaga Pendidikan Kejuruan yang akuntabel sebagai Pusar           Pembudayaan Kompetensi Berstandar Nasional
• Mendidik Sumber Daya Manusia yang mempunyai etos kerja dan kompetensi      berstandar internasional
•  Memberikan berbagai layanan Pendidikan Kejuruan yang permeabel dan flesibel secara terintegrasi antara jalur dan jenjang pendidikan
•  Memperluas layanan dan pemerataan mutu pendidikan kejuruan
•  Mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing bangsa

3. Tujuan Program Keahlian

Tujuan Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif secara umum mengacu pada isi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif adalah membekali peserta diddik dengan ketrampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten:

  1. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan ketrampilan dalam program keahlian teknik mekanik otomotif agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menegah;
  2. Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam program keahlian mekanik otomotif.

4. Tujuan Prakerin

a. Pemenuhan Kompetensi sesuai tuntutan Kurikulum

Penguasaan kompetensi dengan pembelajaran di sekolah sangat ditentukan oleh fasilitas pembelajaran yang tersedia. Jika ketersediaan fasilitas terbatas, sekolah perlu merancang pembelajaran kompetensi di luar sekolah (Dunia Kerja mitra). Keterlaksanaan pembelajaran kompetensi tersebut bukan diserahkan sepenuhnya ke Dunia Kerja, tetapi sekolah perlu memberi arahan tentang apa yang seharusnya dibelajarkan kepada peserta didik.

b. Implementasi Kompetensi ke dalam dunia kerja

Kemampuan-kemampuan yang sudah dimiliki peserta didik, melalui latihan dan praktik di sekolah perlu diimplementasikan secara nyata sehingga tumbuh kesadaran bahwa apa yang sudah dimilikinya berguna bagi dirinya dan orang lain. Dengan begitu peserta didik akan lebih percaya diri karena orang lain dapat memahami apa yang dipahaminya dan pengetahuannya diterima oleh masyarakat.

c. Penumbuhan etos kerja/Pengalaman kerja.

SMK sebagai lembaga pendidikan yang diharapkan dapat menghantarkan tamatannya ke dunia kerja perlu memperkenalkan lebih dini lingkungan sosial yang berlaku di Dunia Kerja. Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan Dunia Kerja dan terlibat langsung di dalamnya, diharapkan dapat membangun sikap kerja dan kepribadian yang utuh sebagai pekerja.


C. Sasaran Kegiatan

1. Peserta Prakerin

Nama          : Rahmat Soleh

No. induk    : 6546

Kelas           : XII

Jurusan       : Teknik Mekanik Otomotif

Sekolah      : SMK NEGERI 36 JAKARTA

Mengikuti praktik kerja industri di PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing, di bagian Production Stamping Department selama 1 bulan dari tanggal 26 Mei 2009 sampai dengan 26 Juni 2009.

Dan di PT. Akashi Wahana Indonesia, di bagian Quality Assurance selama 4 bulan dari tanggal 15 Juli 2009 sampai dengan 30 Oktober 2009.

2. Tempat Prakerin

a. Uraian Prakerin

1) PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing

PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM), adalah perusahan nasional yang sangat patut diacungi jempol, khususnya untuk jenis perusahaan assembling otomotif dalam negeri. Masalahnya sejak berdiri sampai sekarang semua dilakukan oleh putra-putra terbaik dalam negeri. Dengan kemampuan menyerap tekhnologi tinggi dan menerapkannya secara konsisten didalam produknya menyebabkan hasil produk PT. KRM tetap diminati oleh para pelanggan, seperti kendaraan Mitsubishi L300, Colt Diesel, FUSO dan T120 SS semua adalah hasil assembling dari PT. KRM yang sampai sekarang masih tinggi sekali peminatnya diseluruh Indonesia.

PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM) didirikan pada tanggal 1 Juni 1973 sebagai perusahaan swasta dengan 100% modalnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Saat ini PT. KRM sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001 sejak tahun 2002 untuk sistem prosedure yang digunakan dan mempunyai dokumen proses bisnis yaitu SSP (Standar Sistem Prosedur) dan Manual Mutu, dan ISO 14001-1996 sejak tahun 2003.

Pendirian PT. KRM tersebut berdasarkan Akte Notaris Abdul Latief No. 16 tanggal 1 Juni tahun 1973. Diperkuat lagi dengan: (1) Perizinan dari BKPM dalam bidang usaha No. 92/A/BKPM/73/PMDN tanggal 4 Juli 1973, (2) Perizinan dari Departemen Perindustrian dalam bidang teknis No. 27/IIA/D/IV/74 tanggal 21 Maret 1974, pada saat itu perusahaan ini masuk dalam kelompok Assembling, mesin dan perbengkelan yang kini menjadi kelompok otomotif (beroda 4 atau lebih), (3) Perizinan dari Departemen Kehakiman dalam bidang hukum No. 16.A.S.105/18/74 tanggal 15 April 1974, dan (4) Perizinan dari Pengadilan Negeri Jakarta dalam bidang hukum kewilayahan No. 1374 tanggal 18 April 1974.

PT. KRM merupakan sebuah perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang perakitan kendaraan bermotor jenis niaga. PT. KRM ini merupakan bagian dari Krama Yudha Mitsubishi Group (KYMG). Awal berdirinya KYMG adalah akibat banyaknya kendaraan bermotor dari eropa yang diimport ke Indonesia. Guna mengurangi pengimporan kendaraan tersebut maka para pengusaha melakukan pertemuan dan bersepakat untuk mendirikan suatu perusahaan perakitan kendaraan bermotor di Indonesia dengan menggunakan lisensi dari Mitsubishi Motor Corporation Jepang.

KYMG terbagi atas PT. Krama Yudha Holding yang berdiri pada tahun 1969 di Jakarta, yang kemudian menjadi induk dari  beberapa perusahaan dibidang produksi kendaraan bermotor merk Mitsubishi. PT. Krama Yudha ini juga memiliki anak perusahaan di beberapa tempat yaitu :

1. PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM) yang merupakan pabrik perakitan kendaraan bermotor jenis niaga yang berdiri pada tanggal 1 Juni 1973.

2. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motor dan Manufacturing (MKM) I dan II didirikan pada tahun 1975 dan 1981. PT. MKM ini merupakan pabrik pembuatan komponen dan suku cadang kendaraan bermotor merk Mitsubishi yang dirakit didalam negeri.

3. PT. Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) berdiri pada tahun 1972 dan bertindak sebagai importir serta distributor tunggal kendaraan merk Mitsubishi.

4. PT. Krama Yudha Mojopahit Motor (KSMM) didirikan pada tahun 1975 dan ditutup pada tahun 1986. PT. KSMM ini merakit kendaraan bermotor merk Mitsubishi jenis colt diesel FE.101 dan colt diesel FE.114.

5. PT. Krama Yudha Kesuma Motor (KKM) didirikan pada tahun 1981 yang bergerak dibidang perakitan kendaraan bermotor jenis sedan dan penumpang serta sedan Galant II type 1400 salon F 1400 Hatch Back.

Pada bulan Januari 1975 PT. KRM mulai merakit atau mulai menghasilkan produksi komersilnya dengan menggunakan peralatan dan tempat yang cukup baik. Dalam tahun tersebut perusahaan ini menghasilkan kendaraan bermotor jenis niaga berjumlah 4427 unit yang terdiri dari :

v  Kendaraan Niaga type T 120 Pick Up sebanyak 383 unit.

v  Kendaraan Niaga type T210 CN sebanyak 108 unit.

v  Kendaraan Niaga type 200 CU sebanyak 606 unit.

v  Kendaraan Niaga type T 210 FZ sebanyak 1772 unit.

v  Kendaraan Niaga type 633 E sebanyak 1558 unit.

Type kendaraan yang dirakit di PT. Krama Yudha Ratu Motor, yaitu :

v  CJM Gas Pick Up, CJM Gas Mini Bus

v  SL Diesel Pick Up, SL Diesel Mini Bus

v  Colt Diesel FE-304, Colt Diesel FE-334, Colt Diesel FE-347, Colt Diesel FE-349, Colt Diesel FE-447

v  Fuso FM 517.F, Fuso FM 517.H, Fuso FN-517, Fuso FN-527

1.1.1 Visi dan Misi Perusahaan

Visi Perusahaan

  • Untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
  • Menjadi perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
  • Menjadi perakit mobil Mitsubishi yang terkemuka di luar jepang.
  • Dalam kurung waktu berikutnya, sudah mampu merakit mobil dengan merek Krama Yudha.

Misi Perusahaan

  • Menjadi perusahaan yang paling menguntungkan dalam kalangan industri yang sama.
  • Menghasilkan keuntungan yang cukup memuaskan bagi shareholders dan kesejahteraan yang baik bagi seluruh karyawan.
  • Memperlakukan seluruh karyawan dengan cara yang adil dan terhormat.
  • Menjadi perusahaan yang kuat dan bertumbuh, serta siap untuk menghadapi persaingan regional maupun global.

Kebijakan PT. Krama Yudha Ratu Motor

PT. Krama Yudha Ratu Motor bertekad untuk menjadi perakit kendaraan niaga Mitsubishi yg terpercaya di luar Jepang dengan kebijakan sebagai berikut:

  • Pengembangan Sumber Daya Manusia
  • Peningkatan Kepuasan Pelanggan
  • Kualitas produksi yang prima dan penyerahan tepat waktu
  • Melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses produksi sehingga dapat mengurangi biaya kerja dengan hasil yang maksimal.
  • Memberikan Informasi data yang akurat, cepat dan tepat untuk mendapatkan keputusan yang paling terbaik di seluruh proses produksi.

Struktur Organisasi

Memiliki tugas dan wewenang mengawasi dan mengontrol jalannya operasional perusahaan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati sehingga tidak terjadi penyimpangan, bermuara dari :

Direktur Utama membawahi :

a. Direktur Keuangan, memegang tanggung jawab mengenai masalah / hal-hal mengenai keuangan perusahaan. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :

  • Departemen Keuangan

- Bagian Keuangan

- Bagian Akuntansi / Anggaran I dan Bagian Anggaran II.

b.  Direktur Operasi, memiliki tugas dan tanggung jawab :

  • Mengkoordinir kelancaran jalannya proses produksi
  • Mengesahkan rencana kerja masing-masing kepala bagian dibawahnya.

Dalam melaksanakan tugasnya ini ia dibantu oleh :

  • Departemen Teknik

- Bagian Teknik Produksi

- Bagian Maintenance

- Bagian Part Control

- Bagian Quality Inspection

- Bagian Quality Assurance

  • Departemen Produksi

- Bagian PPC

- Bagian Trimming Final I, II dan Final II

- Bagian Painting

- Bagian Welding

c. Direktur Umum dan PSDM, Direktur Umum bertanggung jawab di bagian umum perusahaan. Sedangkan PSDM bertanggung jawab mengenai peningkatan kemampuan dari para operator/karyawan yang berada di tiap-tiap bagian. Dalam melaksanakan tugasnya mereka dibantu oleh seorang General Manager dengan membawahi :

  • Departemen PSDM membawahi :

- Bagian Legal dan K3

- Bagian Payroll dan Kesejahteraan

- Bagian Seleksi dan Evaluasi

- Bagian Pendidikan dan Pengembangan

  • Departemen Umum :

- Bagian limbah dan Building Maintenance

- Keamanan, Perlengkapan Izin, Administrasi Kantin, Tamu dan Sekretaris.

2) PT. Akashi Wahana Indonesia

IGP Group dimulai dengan berdirinya PT. Gemala Kempa Daya pada tahun 1980 dengan Frame Chassis dan Press Parts sebagai bisnis utamanya. Menjawab tantangan pasar PT. GKD melengkapi sarana produksinya dengan mesin press 2000 ton dan 4000 ton.

Seiring dengan berkembangnya industri otomotif di tanah air, IGP Group mulai mengembangkan bisnis otomotifnya dengan berdirinya PT. Inti Ganda Perdana yang memproduksi Rear Axle & propeller Shaft pada tahun 1982. Perusahaan terus meningkatkan kompetensi, sehingga selain proses assembling, berhasil memulai proses machining komponen Rear Axle & Propeller Shaft.

Untuk melengkapi keperluan akan Transmisi atau Gear Box, maka pada tahun 1983 berdirilah PT. Wahana Eka Paramitra yang selanjutnya berkembang menjadi machining center untuk semua komponen otomotif baik motor maupun mobil.

Total Commitment to Face Global Compettion

Industri otomotif Indonesia mulai berkembang sejalan dengan kebijakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), dalam rangka realisasi Program Pembangunan Lima Tahun I Republik Indonesia. PT Astra International sebagai induk kelompok besar perusahaan Astra adalah salah satu pelopor industri otomotif Indonesia yang menanggani berbagai merek dunia. Sebagai anggota kelompok perusahaan tersebut IGP Group telah berperan sebagai industri pendukung yang signifikan.

IGP Group terus melakukan pembenahan terutama dalam hal Quality, Cost, Delivery dan Development sebagai bagian dari proses adaptasi pada kondisi pasar global, khususnya dalam memenuhi kepuasan pelanggan. Sebagai manufaktur komponent otomotif, keberhasilan IGP Group ditandai dengan begitu banyaknya penghargaan yng telah diraih dari dalam maupun luar negeri, serta keberhasilan dalam meraih sertifikat standar mutu international seperti ISO 14001, ISO/TS 16949 serta OHSAS 18001 untuk kesehatan dan keselamatan kerja, yang merupakan syarat mutlak untuk tetap bersaing di dunia International.

Upaya untuk terus bersaing di pasar global ditandai pula dengan terbentuknya Bussiness Development pada tahun 2002 yang berperan mencermati perkembangan pasar international untuk menciptakan peluang baru. IGP Group juga menaruh perhatian besar pada kelestarian lingkungan di sekitar perusahaan, bukan karena mengikuti isu international, melainkan bentuk komitmen total IGP Group terhadap pembangunan industri yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta berwawasan lingkungan.

Competence Development

Seiring dengan dimulainya era globalisasi, IGP Group telah bertekad untuk menjadi perusahaan kelas dunia di bidang underbody component. Untuk merealisasikan tujuan ini perusahaan telah membangun kompetensi dibidang pengembangan produk melalui kerjasama dengan design house di Eropa berupa mengirim engineer IGP Group untuk belajar product design di design house tersebut, membangun lembaga Learning Center untuk intensifikasi pengembangan sumber daya manusia secara in-house.

Untuk meningkatkan kompetensi, kami melengkapi fasilitas penunjang seperti CAD dan CAE, serta menjalin kerjasama dengan badan-badan pemerintah untuk fasilitas testing dengan tujuan menganalisa dan menghasilkan performa produk sesuai dengan kebutuhan customer.

Perusahaan juga mendirikan Calibration & Production Testing Laboratory yang telah memenuhi standar internasional ISO 17025. Calibration & Production Testing Laboratory berdedikasi untuk kemajuan perusahaan-perusahaan sehingga dapat memberikan dukungan terhadap program pengembangan frame chassis dan drive train yang dilakukan oleh Product Development IGP Group.

Selain itu, IGP Group juga menjalin kerjasama yang erat dengan pelanggan, memberikan solusi terbaik, usulan perbaikan, modifikasi design produk maupun proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan efisiensi biaya yang bersaing.

Perusahaan juga menjamin kondisi dan kelangsungan operational peralatan dan mesin-mesin dengan membentuk Maintenance Center, sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan pelanggan.

Environment Health & Safety

Terbentuknya EHS merupakan wujud komitment IGP Group untuk menjadikan perusahaan yang ramah lingkungan dan peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan.

Melalui EHS, IGP Group menjamin limbah cair, padat maupun udara yang dikeluarkan oleh perusahaan aman bagi lingkungan. Fungsi Corporate EHS lainnya adalah menjamin kesehatan dan keselamatan karyawan di lingkungan IGP Group. Team Safety terus meningkatkan kemampuannya dengan sertifikasi ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) seperti Ahli K3 Umum, Ahli K3 Kimia dan Ahli K3 Kebakaran.

Melalui Community Developmentnya; EHS berupaya menjalin hubungan baik dengan Pemerintah Daerah, Aparat Keamanan, Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama dan masyarakat disekitar perusahaan. Berbagai aktivitas seperti program khitanan masal, beasiswa, bantuan sosial, penyuluhan kesehatan, kerjabakti, bantuan pada saat banjir maupun kebakaran, diharapkan keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.


BAB II

PELAKSANAAN PRAKERIN

A. Jadwal Kegiatan

  1. 1. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing
  • Peserta prakerin diwajibkan masuk setiap hari senin s/d jum’at. Mulaipukul 07.25 s/d 16.20.
  • Peserta prakerin melakukan praktek di beri waktu ½ (setengah) hari kerja dilapangan dan ½ (setengah) hari untuk mengisi jurnalnya dengan menggunakan 2 (dua) shift, yaitu:

a)    Shift pagi (07.25 s/d 11.50)

b)    Shift siang (12.45 s/d 16.20)

  • Setelah bel berbunyi seluruh karyawan melakukan apel pagi bersama sesuai dengan bagian shop masing-masing selama 15 menit.
  • Kemudian setelah apel dilakukan barulah memulai pekerjaan, yaitu memproses part-part material dengan cara welding.
  • Part-part material yang akan di proses ditempatkan di pallet dan setelah diproses part-part material tersebut dipindahkan pada pallet kosong.
  • Jika stock 1 jenis part material yang diproses telah habis atau selesai diproses maka harus dicatat quantitynya, kemudian part material tersebut diproses ke tahap selanjutnya.
  • Kemudian peserta prakerin mengambil stock part jenis lain yang sudah tersedia untuk diproses lagi.
  • Setelah istirahat peserta prakerin membuat laporan stock jenis part material apa saja yang telah dikerjakan berikut quantitynya (setelah peserta prakerin mengisi jurnal prakerinnya).
  • Setelah semua dikerjakan peserta prakerin membersihkan tempat kerja disetiap shop sampai jam pulang tiba.
  1. 2. PT. Akashi Wahana Indonesia
  • Peserta prakerin diwajibkan masuk setiap hari senin s/d jum’at pada pukul 07.25 s/d 16.15.
  • Setelah bel masuk berbunyi semua karyawan melakukan choore pagi sesuai dengan bagian masing-masing selama 10 menit. Tetapi pada minggu ke-tiga yaitu pada hari rabu didalam tiap bulan, choore bulanan dilakukan dengan mengumpulkan semua karyawan untuk mendengarkan pengarahan dari pimpinan perusahaan.
  • Setelah choore dilakukan peserta prakerin membersihkan tempat kerjanya.
  • Kemudian peserta prakerin mengisi semua data control graph QC.
  • Setelah menyelesaikan semua data control graph QC peserta prakerin membantu pembimbing mengerjakan pekerjaannya seperti membaca drawing, mengecheck part-part, mengkalibrasi alat ukur, memfoto kopi data graph dan check sheet, menginput data, dll.
  • Pada hari senin-kamis pulang pada pukul 16.15, kecuali pada hari jumat peserta prakerin pulang pada pukul 16.30.

B. Pembekalan Prakerin

Pembekalan prakerin sangat perlu dilakukan agar peserta prakerin dapat mengetahui dan mengerti apa saja yang perlu dilakukan pada saat melakukan praktek di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Pembekalan prakerin dilakukan sebelum peserta prakerin turun dilapangan. Pembekalan prakerin tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi juga di industri.

  1. 1. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing

Pembekalan prakerin dilakukan sebelum peserta prakerin turun ke lapangan untuk melakukan praktek. Hal ini dijelaskan oleh bagian pembelajaran bagi karyawan tentang K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Pembekalan prakerin disini menjelaskan tentang aturan-aturan yang ada di perusahaan ini dan juga K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

  1. 2. PT. Akashi Wahana Indonesia

Pembekalan dilakukan pada akhir bulan pertama peserta prakerin melakukan praktek. Hal ini dijelaskan dengan memanggil nara sumber dari berbagai bagian yaitu bagian scurity, bagian HRD, dan bagian EHS.

Pembekalan prakerin disini menjelaskan tentang sikap dan kedisiplinan karyawan, norma dan tata tertib perusahaan, hak dan kewajiban peserta prakerin serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

  1. C. URAIAN KEGIATAN
    1. 1. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing

Di perusahaan ini peserta prakerin ditempatkan pada Production Stamping Department. Peserta prakerin ditempatkan di welding shop B yaitu proses pengelasan part-part material berukuran sedang. Seperti :

  • SLG 4 (Cross Member Rear Floor No.4 F/B) dengan melalui proses ”Spot Assy SLG 36 L/R x 2 x 12s”
  • CJG 2 (Panel Deck Floor Front) dengan melalui proses ”Spot Assy SHG 20 x 2 x 4s”
  • SLG-6 79 FB (Cross Member Rear Floor (B) F/B) dengan melalui proses ”Spot Assy dip 25 x 3 x 3s + Spot Assy SLG 36 L/R x 1 x 6s”
  • CJE-5 (Member Lower) dengan melalui proses ”Weld Nut O6 x 3s”
  • SLG-6 93 F/B (Cross Member Reae Floor No.2 Flat Bad) dengan melalui proses ”Spot Assy SLG 36 L/R x 6s + Spot Assy SLG 37 L/R x 2 x 12s”
  • CJE 8 (R) (CJE-8 RH) dengan melalui proses ”Weld Nut O16 x 1s”
  • CJE 8 (L) (CJE-8 RH) dengan melalui proses ”Weld Nut O16 x 1s”
  • SLC 7 (Panel Front Floor Assy) dengan melalui proses ”Weld Nut O6 x9s”

Part-part tersebut diproses dengan menggunakan mesin WSS (Welding Stationary Spot) yaitu mesin pengelasan dengan cara mengalirkan arus listrik melalui 2(dua) electroda atau tip dengan menekan terlebih dahulu bagian yang hendak dirapatkan (di spot) dengan demikian akan terjadi titik lebur pada area yang ditekan.

Mesin ini mempunyai bagian-bagian yaitu :

  1. Cylinder Head (Pressure)

Cylinder Head berfungsi untuk menggerakkan elektroda (tip) untuk bisa turun naik sekaligus berfungsi menekan benda yang hendak di spot. Pressure ini dihitung dengan satuan kg/cm2.

  1. Transformator

(Trafo) dialiri arus listrik dengan voltase 380 volt (30 V).

  1. Welding Tip

Welding Tip adalah electroda untuk mengalirkan arus listrik untuk melebur material yang hendak dirapatkan spot.

  1. Timer Box

Timer Box adalah alat untuk mengatur lamanya pengelasan sesuai waktuyang dikehendaki (tergantung tebalnya plat yang hendak di spot).

  1. Water Cooling

Air pendingin fungsinya adalah untuk mendinginkan tip dan peralatan yang berhubungan dengan trafo selama berlangsungnya penyepotan. Sistem pendingin tip pada mesin spot dialirkan melalui power house dengan sistem sirkulasi.

Pada saat bekerja atau pada saat melakukan praktek hal yang perlu diperhatikan adalah peralatan dan perlengkapan kerja yang harus digunakan seperti topi, sarung tangan, masker, kaca mata, sepatu safety, dll. Hal ini berguna untuk melindungi anggota tubuh dari percikan bunga api yang ditimbulkan akibat proses spot dan juga untuk menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. 2. PT. Akashi Wahana Indonesia

Di perusahaan ini pesrta prakerin ditempatkan pada Dept.Quality Assurance yaitu bagian yang menangani tentang masalah-masalah part-part yang ada, agar kualitas barang menjadi baik atau OK. Di bagian ini part-part material yang sudah diproses machining yang kemudian diukur diameternya setiap lubang (hole) dan juga Distancenya dengan cara manual (menggunakan alat ukur). Setelah proses machining diukur lagi dengan cara otomatis menggunakan mesin CMM di ruang CMM (CMM Room).

Setelah selesai, data dari pengukuran tersebut digunakan untuk mengisi Data Control Graph QC. Setiap part-part tersebut mempunyai Data Control Graph masing-masing.

Alat-alat ukur yang digunakan untuk mengukur part-part material tersebut pada umumnya menggunakan:

  1. Height Gauge : mengukur ketinggian dan kerataan part.
  2. Vernier Caliper : mengukur diameter luar, dalam, dan kedalaman part.
  3. Micrometer : mengukur panjang dan lebar part.
  4. Dial Gauge : mengukur kerataan part dan menentukan titik (angka 0)
  5. Bore Gauge : mengukur diameter part.
  6. Radius Gauge ; mengukur radius part.
  7. Depth Caliper : mengukur kedalaman part.
  8. Dial Test : mengukur kerataan (digabungkan dengan Height Gauge).
  9. Dial Indicator : mengukur kerataan dan diameter part.

Istilah-istilah yang ada pada proses ini adalah :

  • Dandory : Pergantian type part (misalnya dari Housing Clutch K3 ke Housing Clutch 3SZ).
  • Line Stop : Line berhenti karena suatu sebab yang mengakibatkan line tersebut harus off.
  • Actual : Angka yang didapat pada saat proses pengukuran dilakukan.
  • Shu : Merupakan part yang setelah di cuting terdapat lubang (cacat). Hal ini disebabkan karena pada saat Blank Material Part terdapat udara,dan pada saat proses pengcutingan udara tersebut menjadi lubang.
  • Cuting : Proses pemotongan part.
  • Blank Material : Merupakan suatu part yang belum di proses machining.
  • Coolant : Merupakan cairan pelumas/oil yang berfungsi agar tool yang ada pada mesin tidak cepat tumpul atau rusak.
  • Trouble : Merupakan suatu masalah pada saat proses dilakukan.
  • Casting (-) : Merupakan bagian part material yang tidak tercuting dan cara penyelesaiannya dengan di setting, bila tidak bisa part dinyatakan Not Good (NG).
  • Reguler : Pengukuran yang dilakukan dalam waktu setiap hari.
  • Actual (target) : Jumlah yang baru didapat pada pencapaian produksi.
  • Part Pending : Suatu part yang oleh operator tidak bisa diketahui apakah part tersebut OK atau NG.
  • Finish Part : Suatu part yang telah selesai di proses dan hasilnya OK.
  • Trip : Mati listrik yang mengakibatkan produksi berhenti.
  • NG Leak : Merupakan part-part yang bocor yang mengakibatkan oil dalam part tersebut nantinya akan menetes.
  • Distance : Jarak antar 2(dua) titik.

Selain itu peserta prakerin juga diajarkan menyortir part-part yang OK dan yang NG. Disni pesrta prakeri belajar bagaimana caranya menggunakan alat ukur yang baik.

  1. D. Kendala dan Solusi Prakerin
    1. 1. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing

Kendala I:

Pada saat proses spot material part mengalami Separation (lepas atau terpisah).

Solusi:

Dengan menyetandartkan Nugget Spotnya.

Kendala II:

Terjadinya Irreguler Pitch (tidak teratur) yang disebabkan karena kesalahan kerja.

Solusinya:

Lebih teliti pada saat penyepotan.

Kendala III:
Terjadi Explosion (letusan atau ledakan) yang disebabkan oleh penyetelan Squeze Time pada posisi 0.

Solusi:

Dengan cara menyetel Squze Timenya.

  1. 2. PT. Akashi Wahana Indonesia

Kendala:

Pada saat pengukuran dilakukan, part yang diukur adalah part NG.

Solusi:

Mengganti part NG tersebut debgab part yang hasilnya OK.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Jadi banyak hal yang saya dapat pada saat melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Sampai akhirnya saya menarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. saya telah megetahui situasi dan kondisi perusahaan yang sebenarnya
  2. menambah pengetahuan saya tentang DU/DI
  3. mengerti cara kerja & kebiasaan para pegawai di perusahaan
  4. membuat saya menjadi lebih disiplin & pribadi yang lebih baik
  5. dapat menggunakan alat – alat kerja yang belum saya ketahui di sekolah

Dan tidak hanya itu prakerin ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi siswa/i SMK pada umumya, sekaligus merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian akhir Sekolah (UAS).

B. Kritik dan Saran

Setelah melakukan Praktik Industri, beberapa kritik dan saran yang perlu Praktikan

sampaikan untuk sekolah adalah sebagai berikut :

1. Kritik

a. Komunikasi antara pihak sekolah dengan pihak industri yang dirasa kurang dan

jarang, sehingga pihak industri kurang mendapatkan informasi mengenai prestasi

dan kompetensi siswa.

b. Kurang tersedianya daftar nama dan alamat industri di Jogja, yang masih bisa

ditempati untuk Praktik Industri, dari pihak sekolah, sehingga siswa terlalu repot

untuk mencarinya.

2. Saran

a.  1 Memberikan siswa/i bekal atau ilmu yang cukup sebelum melakukan praktek kelapangan,

b.  Menjadikan siswa/i sebagai tekhnisi-tekhnisi yang handal di bidangnya masing-masing,

c.  Disarankan untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan pihak industri agar sisiwa dapat lebih terpromosikan kepada pihak industri,

d.  Untuk mempermudah mencari tempat praktek industri, disarankan untuk dibuatkan buku/dafter nama dan alamat industri bagi siswa sesuai biadang keahliannya. Alternative lainnya, diharapkan pihak sekolah dapat menempatkan siswa calon praktikan untuk ditempatkan ditempat yang sesuai dengan bidang keahliannya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: